Penduduk Surga yang Berjalan di Bumi

Aku seperti kehabisan kata-kata jika mendengar tentang ‘Palestina’. Perlukah dipertanyakan lagi bagaimana kabar negeri Al-Aqsa itu? Jika pun iya, maka jawabannya adalah sama. Terlebih pada ramadhan kali ini. Bagaimana dengan makan sahur dan berbuka? Sedangkan pasokan pangan mereka semakin menipis, tragis.

Seperti raga yang berjalan tanpa ruh. Hanya terus memegang teguh ‘Laa ilaha illallah‘ tidak membuat mereka takut dari semua serangan yang datang bertubi-tubi, yang membunuh jiwa dan psikis manusia.

Kehilangan keluarga, kehilangan anggota bagian tubuh, kehilangan tempat tinggal, harta benda, makanan, komunikasi, ketentraman, dan terpenjara di negeri sendiri.

Air mata membanjiri tanah suci kedua itu. Seorang ibu memeluk anaknya yang terbalut kain putih, gadis kecil bermata zamrut yang kebingungan mencari orang tuanya, para tenaga medis yang tidak hentinya mengurus pasien meski sudah sakratul maut, dan semua yang menangis gila karena semuanya hancur seketika.

Bumi Palestina sedang menangis meratapi nasib yang dideritanya. Tidakkah merasa berdosa para zionis? Maka tunggulah balasan dari Tuhan yang selalu rakyat Palestina sembah. Karena mereka punya keyakinan yang kuat terhadap agama yang mereka anut.

Bahu-bahu Palestina tidak lemah. Meski mereka tidak punya senjata, tidak punya sesuatu yang akan dibawa untuk berperang, untuk memerdekakan negrinya yang tampak dimata. Tapi sesungguhnya mereka punya segalanya. Senjata paling hebat daripada bom atom yang Israel punya.

 


Tanah kering hitam berganti merah dan basah

Tidak ada lagi bunga mekar setelah dicampuri racun

Berdosalah kamu sekalian!

Kening-kening mereka telah menyentuh zamin

Lalu mereka akan mengadukan kalian kepada Tuhannya

Teruslah kamu sekalian menjadi buta dan tuli

Tetap tangan yang dicuci itu bau hina

Teruslah perbanyak pertumpahan darah

Cahaya yang menggantung di langit itu akan merekam aksinya

Penghuni puaka! Terazablah!

 

Duhai Palestina, kamu tidak sendirian. Semua doa tercurah untukmu. 🇵🇸 🥀


Medan, 16 Maret 2024

Comments

Popular posts from this blog

Pagiku dan Ingatan Tentangmu

Malam Kelima Ramadhan