Malam Kelima Ramadhan

 MaasyaAllah, aku tidak berhenti memuji lantunan ayat quran yang dibacakan imam tarawih malam ini. Aku tidak tau siapa dia, tapi aku rasa sholat kali ini menjadi moment paling khusuk di Masjid kami.

Aku hanya diam memandang sajadah diantara barisan ibu-ibu yang sibuk melihat dari sela-sela pintu kaca penghalang saf mencari tau siapa imam malam ini. Lantunannya merdu dan menenangkan. Setiap makhraj dan tajwid yang dibunyikan pas dan tepat. Hanya aku tidak tau dia memakai jenis lagu apa.

Tuhan Maha Baik. Semua puji-pujian terarah untuk-Nya. Tidak ada yang mampu menghalangi seorang hamba dengan Penciptanya untuk saling merayu mesra. Iya, tidak ada yang mampu. Dunia seluas dan sesibuk ini tetap tidak abadi. Dan aku selalu memilih Tuhanku atas segala sesuatu yang menempatkanku pada banyak pilihan. Hanya Dia yang tidak pernah melepaskan pelukan pada bahu ringkihku saat aku benar-benar menjadi manusia yang paling hancur. Allah Maha Segalanya. Terlepas dari berkali-kalinya aku menjauh, Allah tidak pernah meninggalkanku.

Ada seseorang yang memilih menjauhiku karena aku selalu dekat dengan Tuhanku. Tuturnya mengatakan bahwa dia takut mencemariku dengan perbuatan-perbuatan buruk. Tapi aku tidak berpikir demikian, karena menurutku tidak ada seseorang yang akan menjauhi seseorang karena dia baik.


Segala Puji Bagi Allah masih mempertemukanku dengan ramadhan tahun ini. Karena ada banyak hal yang aku temukan kembali, terutama diriku sendiri. Siapa yang pernah merasakan dirinya tidak layak dicintai? Maka akulah orang yang paling sering melakukannya.

Allah, dengan tangan baiknya menuntunku untuk mejadi manusia, bukan mau sia. Tidak akan sampai akal seseorang dalam bermuhasabah dengan-Nya tanpa seseorang itu menjadi gila. Hingga detik ini aku selalu diingatkan-Nya untuk duduk diam dan bersadar bahwa darimana dasarnya aku. Ekspektasi tidak sesuai realita, tapi rahasia Ilahi sewaktu-waktu akan menjadi nyata adanya.

Shalat tarawih selesai, berdzikir selesai, lalu kami saling bersalam-salaman. Seseorang mengarahkanku pada sosok imam tarawih malam ini. Seorang pemuda berperawakan tinggi dengan senyum penuh teduh sedang sibuk bersalam-salaman. Tapi aku tidak berlama-lama.

Malam ini bulan tampak sabit dengan cahaya terang. Seperti sebuah senyum dari Tuhan yang sedang melihat hambanya memadati rumah-Nya. Dan hatiku menjadi damai.

Setelahnya kami tidak langsung pulang untuk melanjutkan tadarus pada malam-malam yang telah datang. Malam ini anak-anak kecil sepada SD kelas 6 ikut bertadarus. Kami saling menyimak bacaan, bergantian membaca, menuntun untuk membenahi bacaan yang salah. Wajah-wajah mereka tampak berseri dengan senyum yang tidak lepas. Bacaan mengaji menggema dari pengeras suara masjid yang digunakan. Ada bapak-bapak yang menyuguhkan makanan dan minuman seperti biasa untuk para pembaca. Aku menangkap itu semua melalui lensa mataku. Sayang sekali aku tidak membawa ponsel untuk memotret mereka dan menjadikannya abadi di galleryku.

Aku suka sekali dengan anak-anak, aku sayang sekali, jadi aku mendoakan mereka agar menjadi baik bagi dirinya sendiri dan panutan terhadap orang lain.

Riang gembira hatiku. Rasanya seperti lapang dari semua sesak yang sebelumnya mengisi ruang dada. Bahagia itu sederhana, bukan? Dan bersyukur merupakan hal yang paling utama untuk merasa bahagia. Qanaah.

Sebelumnya aku kehilangan diriku. Sebelumnya aku seperti terjatuh di dalam jurang yang dalam. Sebelumnya aku seperti orang yang paling gagal, takut tidak menjadi apa-apa. Tapi semua itu hanyalah sebagian dari akal licik yang bertebaran di kepalaku. Nyatanya Allah sedang menunjukkan jalan lain untukku tempuh atas apa yang aku ingin dari jalan yang sesat dan buruk.

Aku dituntun kembali menjadi seorang manusia dari semua mauku yang bisa saja berakhir sia-sia jika tidak dibimbing-Nya. Karena, manusia yang sukses dan hebat di dunia ini adalah ia yang bermanfaat bagi orang-orang sekitarnya.

“Alhamdulillah ‘ala kulli hal”

 

Medan, 15 Maret 2024

Comments

  1. Replies
    1. Salah satu sebab bersyukur kepada Allah adalah karena Dia telah mempertemukan saya dengan kamu mba❤️

      Delete
  2. Kiwkiw spill dong imamnya mba

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Pagiku dan Ingatan Tentangmu

Penduduk Surga yang Berjalan di Bumi