Pagiku dan Ingatan Tentangmu
Pada pagi, oktober membawaku kembali pada ingatan-ingatan tentangmu.
Pada pagi, sebuah
lagu tidak sengaja mengalun, lagu favoritmu.
Pada pagi, hadir degup
rindu akan suara tawamu.
Semua hal, semua sisi,
aku ingin tau kondisimu.
Beberapa hari lalu,
aku mencarimu pada sebuah akun sosmed yang biasa kamu pakai. Tapi, nihil. kamu
tidak ada di mana-mana. Baik di followersku, maupun di followers temanmu. Kamu seakan hilang ditelan bumi.
Aku tidak,
sungguh aku tidak ingin mengganggumu. Bahkan aku sendiri tidak tau darimana
rasa penasaran ini bermula. Aku hanya melewati satu tempat pada suatu hari, dan
langsung terbesit tentangmu.
Pagi ini aku
menyapa, lewat angin yang berembus lembut melewati celah jendela kamarku. Kau tau,
bahkan sampai sekarang aku masih ingin mendapat notif darimu. Tapi aku tidak
berharap, sungguh.
Pernahkah kita di
keadaan dan posisi yang sama?
Sepertiku yang
diam-diam melihat akun sosial mediamu, karena terlalu takut mengirim pesan?
Sepertiku yang memposting
story berharap kamu membalasnya, atau sekadar melihat?
Sepertiku yang
menunggu notifikasi pada halaman whatsapp atau telegram yang pernah kita
gunakan?
Lalu, sepertiku
yang selalu berharap bahwa bertemu denganmu adalah hari yang selalu aku tunggu?
Pernahkah kamu
sepertiku?
Mungkin, tidak.
Mungkin, memang
tidak akan pernah.

Dia ga akan pernah pantas dapatkan hati kamu
ReplyDelete