Aku Mencoba Melepaskan
Seiring berjalanannya waktu, keadaan seperti ini membuatku lelah, muak. Menanglah kamu, bendera putihku telah berkibar. Terimakasih telah menciptakan perang batin di kepalaku setiap hari. Mungkin bagimu itu soalan biasa, tapi jika saja kamu telaah, semua itu akan berdampak menjadi trauma. Telah mati rasaku kepada siapapun selainmu. Tapi kamu sia-siakan aku begitu saja. Kamu akan kembali padaku jika kau butuh teman cerita, begitu selalu seolah-olah aku tak memiliki nilai diri. Sering kali aku intropeksi diri, cemas jika ini semua salahku. Berulang kali, setiap hari, membunuhku. Aku telah menjadi wanita gila karenamu. Jika saja kemarin kamu tidak datang dihidupku, mengiming-imingkan cinta, berjanji setia, dan segala ucapan manismu seakan meyakinkanku bahwa kamu adalah pilihan yang tepat, mungkin aku tidak akan menjadi seperti ini. Menyedihkan sekali aku. Kemarin kamu hanya penasaran dengan sikap acuhku. Namun saat aku telah melunak dan membeberkan semua rahasiaku, dugaan terburukku...